PADANG (LN) – Harapan masyarakat Sumatera Barat untuk memiliki fasilitas olahraga megah dan berstandar internasional segera terwujud.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara resmi mengawal dimulainya tahapan rekonstruksi Stadion H. Agus Salim (GHAS) Padang—sebuah langkah transformatif senilai Rp340,04 Miliar yang didanai melalui APBN DIPA Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (2026–2027).
Kunjungan kerja Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, beberapa waktu lalu ke kawasan GHAS menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan seluruh alur persiapan berjalan presisi, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi publik.
Tahapan Terukur: Dari Penataan Aset Hingga Pembangunan Fisik
Rekonstruksi Stadion H Agus Salim ( GHAS) dilaksanakan melalui tata kelola yang transparan dan sistematis.
Saat ini, proyek memasuki tahap lelang aset dan pembongkaran struktur lama, sebuah prosedur krusial untuk memastikan penatausahaan aset negara/daerah berjalan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku.
Setelah area dinyatakan clear and clean, tahap konstruksi fisik akan segera dimulai di bawah eksekusi BUMN konstruksi terkemuka, PT Hutama Karya (Persero) / PT HK.
Dengan rekam jejak yang solid dalam membangun berbagai infrastruktur strategis nasional, keterlibatan PT HK menjamin kualitas konstruksi dan ketepatan waktu pengerjaan.
Komitmen Kualitas dan Ketepatan Waktu
Proyek berskala masif ini dirancang selesai dalam waktu 480 hari kalender. Dalam pelaksanaannya, standar teknis tinggi diterapkan untuk menjadikan GHAS sebagai kebanggaan Urang Awak.
Teknologi Rangka Atap Canggih : Menggunakan komponen Space Frame dan fasad baja profil modern yang mengutamakan estetika serta kekuatan struktur.
Dukungan Alat Berat Modern : Mobilisasi peralatan utama seperti 2 unit Tower Crane radius 60 meter dan armada alat berat canggih memastikan pekerjaan fisik berjalan optimal.
Kedaulatan Produk Dalam Negeri: Proyek ini secara tegas mengusung komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 60%, yang menggerakkan rantai pasok industri konstruksi nasional.
Dispora Sumbar: Mengawal Pembangunan dan Harmoni Sosial
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat memegang peran kunci dalam mengawal seluruh rangkaian proyek.
Tidak hanya berfokus pada pengawasan mutu dan jadwal, Dispora Sumbar juga berkomitmen mengedepankan pendekatan humanis.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, Mahdianur, S.E., S.H., M.M., menegaskan komitmen jajarannya dalam mengawal aspek teknis sekaligus menjaga keharmonisan sosial di kawasan GOR H. Agus Salim.
"Dispora Sumbar bersama dengan OPD terkait bertanggung jawab untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan ini berjalan tepat waktu dan tepat mutu.
Namun, yang tidak kalah penting adalah pendekatan humanis kepada masyarakat terdampak.
Kami sedang menyiapkan skema relokasi yang layak dan humanis bagi para pedagang serta penataan sekretariat Cabang Olahraga (Cabor), sehingga aktivitas ekonomi warga dan pembinaan atlet tetap berjalan selaras dengan proses pembangunan," tegas Mahdianur.
Ikon Baru Ekonomi dan Olahraga Sumatera Barat
Wagub Vasko Ruseimy menegaskan bahwa renovasi GHAS bukan sekadar membangun fisik stadion, melainkan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mencetak atlet-atlet berprestasi masa depan.
Dengan hadirnya Stadion H. Agus Salim yang modern, Sumatera Barat siap menjadi tuan rumah berbagai agenda olahraga nasional maupun internasional, sekaligus menggerakkan roda UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kota Padang.
Wajah baru GHAS kini di depan mata—sebuah mahakarya kolaborasi untuk Sumatera Barat yang lebih maju dan berdaya saing. (LN01)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar