Wako Fadly Amran Buka Program Paket A, B, dan C bagi 101 Warga Binaan Lapas Padang - Laksus News | Portal Berita

Breaking

"SELAMAT HARI BHAKTI ADYAKSA KE-66, AKSELERASI KEJAKSAAN UNTUK INDONESIA MAJU"
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL"

Kamis, 23 Juli 2026

Wako Fadly Amran Buka Program Paket A, B, dan C bagi 101 Warga Binaan Lapas Padang

 


PADANG (LN) — Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Gempita Sumatera Barat resmi meluncurkan Program Pembinaan Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C bagi 101 warga binaan. Pembukaan program bersejarah ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Padang, Kamis (23/7/2026).


​Langkah kolaboratif ini hadir sebagai wujud pemenuhan hak dasar pendidikan bagi para warga binaan, sekaligus membekali mereka dengan ijazah dan pengetahuan akademik sebagai modal sosial untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

​Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Sumbar Kunrat Kasmiri, Kepala Lapas Kelas IIA Padang Ronaldo Devinci Talesa, Kepala PKBM Gempita Sumbar Silvia Sismona, serta jajaran pejabat administrator Kanwil Ditjenpas Sumbar dan pejabat struktural Lapas Kelas IIA Padang.


​Dukungan Pemko Padang dan Program Vokasi

​Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmen Pemko Padang untuk memperkuat sinergi dengan Lapas Kelas IIA Padang. Pendidikan kesetaraan ini dinilai menjadi bagian vital dalam meningkatkan angka harapan sekolah serta menuntaskan anak tidak sekolah (ATS) di Padang.


​"Program pembinaan pendidikan kesetaraan ini sejalan dengan cita-cita kita melalui gerakan Program Unggulan (Progul) Padang Juara dan Padang Melayani dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Sumatera Barat," ujar Fadly Amran.


​Lebih lanjut, Fadly mengimbau para warga binaan untuk memanfaatkan kesempatan ini secara sungguh-sungguh mengingat ijazah kesetaraan memiliki legalitas formal untuk membuka peluang kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


​"Kami berharap 101 warga binaan yang mengikuti program ini dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus. Ke depan, kami juga siap mendukung pengembangan pelatihan keterampilan, seperti servis AC, menjahit, servis kendaraan, maupun keahlian lainnya," tambahnya.


​Peristiwa Bersejarah Bagi Lapas Padang

​Kalapas Kelas IIA Padang, Ronaldo Devinci Talesa, mengungkapkan bahwa program pendidikan kesetaraan ini mencatatkan sejarah baru bagi instansi yang dipimpinnya.


​"Program ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan sejak Lapas Kelas IIA Padang berdiri. Pembelajaran akan dilaksanakan oleh tutor PKBM Gempita Sumbar dengan dukungan modul dan perlengkapan belajar yang telah disiapkan," jelas Ronaldo.


​Ronaldo menerangkan, dari total 671 penghuni Lapas, sebanyak 101 warga binaan terpilih setelah melewati proses asesmen yang ketat. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan motivasi belajar, sisa masa pidana, serta komitmen peserta untuk mengikuti proses pendidikan hingga tuntas.


​Implementasi UU Pemasyarakatan & Kemitraan Strategis

​Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Sumbar, Kunrat Kasmiri, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, sekaligus bagian dari program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

"Pendidikan menjadi kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memperbaiki diri sebelum kembali ke masyarakat. Kami berharap program ini dilengkapi pelatihan vokasi agar mereka memiliki keterampilan kerja dan dapat kembali sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, serta mampu berinteraksi dengan masyarakat," ungkap Kunrat.


​Di sisi lain, Kepala PKBM Gempita Sumbar, Silvia Sismona, menyambut baik kerja sama strategis ini. Ia menegaskan bahwa standar lulusan pendidikan kesetaraan setara dengan pendidikan formal, sehingga lulusannya memiliki hak yang sama di mata hukum dan dunia kerja.


​"Kami sangat berharap dukungan pemerintah dalam penyediaan tutor, sarana pembelajaran, serta fasilitas asesmen dan ujian berbasis komputer di Lapas Kelas IIA Padang agar program ini berjalan optimal," pungkas Silvia. (LN01)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Streaming Laksusnews"