PADANG (LN) – Pemerintah Kota Padang terus menunjukkan komitmen kuat dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui sektor investasi. Langkah strategis ini kembali dipertegas dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Rencana Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah.
Prosesi penandatanganan kesepakatan bernilai fantastis ini berlangsung di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (11/6/2025).
Disaksikan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, penandatanganan MoU dilakukan oleh mantan Wali Kota Padang selaku pemilik lahan, Fauzi Bahar, bersama tiga pimpinan perusahaan kakap: Direktur PT Tasake Indo Service (DAP 69) Dede Mulyana, Direktur PT Nusa Indah Permata Muhammad Yunus, dan Direktur PT Win Sekawan Utama Syafri.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala DPMPTSP Provinsi Sumatera Barat Luhur Budianda yang mewakili Gubernur Sumbar, Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, serta Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri.
Komitmen Kemudahan Investasi dan Target Kota Kreatif UNESCO
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa Pemkot Padang berkomitmen penuh untuk membuka pintu investasi seluas-luasnya. Ia memastikan para investor akan mendapatkan berbagai kemudahan perizinan sesuai dengan regulasi dan ketentuan peraturan daerah yang berlaku.
"Kami mendukung penuh pembangunan kawasan wisata terpadu Padang Sarai ini dan berharap proyek ini bisa segera memasuki tahap groundbreaking. Pemerintah Kota Padang akan memberikan kemudahan investasi sesuai kebutuhan dan aturan yang ada," ujar Fadly.
Fadly memaparkan, sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Kota Padang—baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA)—telah menembus angka kurang lebih Rp4,5 triliun, di mana sektor hotel dan restoran menjadi penyumbang porsi terbesar.
Lebih lanjut, Fadly mengaitkan proyek strategis ini dengan visi besar kota ke depan. Saat ini, Padang tengah mempersiapkan diri menuju status Kota Gastronomi melalui nominasi Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network). Kehadiran kawasan wisata baru ini diyakini akan menjadi magnet kuat untuk mendongkrak kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
"Investasi memegang peranan krusial. Bukan hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi yang paling utama adalah menurunkan angka pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan baru demi kesejahteraan masyarakat Kota Padang," tambahnya.
Garap Fasilitas Mewah: 3 Hotel hingga Lapangan Golf
Selaku pemilik lahan, Fauzi Bahar mengungkapkan optimismenya terhadap proyek raksasa di kawasan utara Kota Padang ini. Ia membeberkan bahwa nilai investasi yang akan digelontorkan oleh konsorsium tersebut mencapai Rp2,2 triliun.
"Nilai investasi yang direalisasikan mencapai Rp2,2 triliun. Di atas lahan ini nantinya akan dibangun tiga unit hotel, lapangan golf, serta berbagai fasilitas pariwisata pendukung lainnya. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari Bapak Wali Kota, baik dari sisi kemudahan perizinan maupun penyediaan infrastruktur penunjang," ungkap Fauzi Bahar.
Apresiasi Investor
Sementara itu, Direktur PT Tasake Indo Service (DAP 69), Dede Mulyana, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sambutan hangat dan dukungan konkret yang diberikan oleh jajaran Pemerintah Kota Padang.
Dede yang juga berpengalaman mengembangkan kawasan serupa di Tasikmalaya—mencakup fasilitas rumah sakit dan perkantoran—berharap sinergi ini dapat berjalan simultan dan cepat terwujud.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Padang yang telah memberikan dukungan penuh. Kami berharap seluruh proses pembangunan yang telah dirancang ini berjalan lancar tanpa kendala, sehingga dampaknya bisa segera dirasakan secara positif oleh masyarakat," pungkas Dede.
#red/Kominfo



Tidak ada komentar:
Posting Komentar