LIMAPULUH KOTA (LN) – Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigadir Jenderal TNI Mahfud, S.I.P., M.M, diwakili Letkol Kav Dicko, Kasiter secara resmi memulai pembangunan infrastruktur strategis melalui acara Groundbreaking Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada Kamis (02/04/2026).
Proyek ini menandai langkah nyata TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah terisolasi, sekaligus memperkuat integrasi wilayah di Sumatera Barat.
Filosofi Perintis Garuda: Kekuatan di Pelosok Negeri
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Mahfud berpesan bahwa nama "Perintis Garuda" dipilih bukan tanpa alasan. Nama tersebut membawa pesan mendalam tentang visi pengabdian TNI kepada rakyat.
"Jembatan ini membawa pesan mendalam. Perintis bermakna sebagai pembuka jalan bagi kemajuan di daerah-daerah yang selama ini sulit terjangkau.
Sedangkan Garuda melambangkan kekuatan, perlindungan, dan kedaulatan bangsa yang menjangkau hingga pelosok negeri," ujar Brigjen TNI Mahfud.
Beliau menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol sinergi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Pembangunan ini adalah perwujudan nyata bahwa TNI hadir untuk memberikan solusi bagi kesulitan rakyat di sekelilingnya," tambahnya.
Urat Nadi Ekonomi dan Akses Sosial
Danrem menekankan bahwa aksesibilitas adalah kunci utama transformasi daerah.
Dengan berdirinya jembatan ini nantinya, diharapkan terjadi perubahan signifikan pada tatanan ekonomi dan sosial masyarakat lokal.
"Kami berharap urat nadi perekonomian masyarakat akan berdenyut lebih kencang.
Akses pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak kita akan semakin mudah, serta integrasi wilayah di Sumatera Barat akan menjadi semakin kokoh," jelas lulusan perwira tinggi tersebut.
Instruksi Wirabraja Mengabdi
Sejalan dengan semangat "Wirabraja Mengabdi", Danrem memberikan instruksi khusus kepada seluruh personel yang terlibat di lapangan.
Beliau menekankan tiga poin utama dalam proses pengerjaan:
Kualitas dan Keamanan: Mengutamakan faktor keamanan kerja dan standar kualitas bangunan yang tinggi.
Kearifan Lokal: Menjaga etika dan menghormati adat istiadat setempat selama bertugas.
Keberlanjutan: Memastikan fasilitas ini dapat bertahan lama untuk generasi mendatang.
Sinergi Bersama Masyarakat
Menutup pernyataannya, Danrem secara resmi membuka pembangunan dengan ucapan basmalah dan menitipkan pesan kepada tokoh masyarakat serta Niniak Mamak yang hadir.
"Kepada masyarakat setempat, saya titipkan jembatan ini.
Dukunglah proses pembangunannya, dan kelak jagalah fasilitas ini dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anak cucu kita di masa depan," pungkasnya.
Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Tokoh Agama, Tokoh Adat, serta rekan-rekan media.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat sebagai tanda dimulainya era baru konektivitas bagi masyarakat Sumatera Barat.
#Red




Tidak ada komentar:
Posting Komentar