PADANG (LN) – Kasus dugaan perundungan yang melibatkan siswa SMA Pertiwi 2 Padang terus bergulir dan menjadi perhatian luas.
Menanggapi opini publik yang kian liar di media sosial, orang tua dari empat anak yang dituding sebagai pelaku akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan kronologi kejadian dari sudut pandang mereka.
Pihak keluarga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, mengingat proses hukum masih berjalan dan belum ada putusan tetap dari pengadilan.
Langkah Hukum dan Konsultasi ke Polda Sumbar
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum, pihak keluarga menyatakan telah memenuhi panggilan kepolisian dan memberikan keterangan secara terbuka. Bahkan, pada Jumat malam (10/4/2026), keluarga didampingi tim hukum mendatangi SPKT Polda Sumatera Barat untuk melakukan konsultasi.
"Kami datang untuk konsultasi hukum dan menanyakan langkah ke depan.
Anak-anak kami belum bisa disebut pelaku karena proses hukum masih berproses. Kami hadir sebagai warga negara yang taat hukum," ujar Resti salah satu perwakilan keluarga.
Dibalik Foto Viral : "Hanya Candaan Saat Praktik Membuat Donat"
Keluarga secara tegas membantah narasi kekerasan berat yang beredar di media sosial.
Mereka menjelaskan bahwa foto yang viral tersebut diambil dalam konteks yang jauh berbeda dari tuduhan penganiayaan.
Konteks Kejadian : Foto tersebut diambil saat para siswa sedang mengikuti kegiatan praktik sekolah membuat donat.
Klaim Keluarga: Kejadian tersebut merupakan candaan spontan antar siswa di tengah aktivitas belajar dan bukan tindakan kekerasan berencana.
Bantahan Kekerasan Fisik : Keluarga membantah adanya tindakan fatal seperti tendangan ke kepala.
"Semua tuduhan itu bisa dibuktikan kebenarannya," tegasnya
Pemicu Konflik dan Kondisi Psikologis Anak
Dari versi keluarga, permasalahan ini sebenarnya bermula dari dugaan perundungan verbal yang dialami anak mereka sebelumnya.
"Anak kami sering mendapat ejekan yang menyangkut kondisi keluarga.
Awalnya diam, namun akhirnya terpancing emosi," ungkap orang tua siswa tersebut.
Keluarga kini sangat mengkhawatirkan kondisi mental anak-anak mereka yang tertekan hebat akibat hujatan netizen.
Diketahui, anak-anak tersebut kini merasa trauma dan takut untuk keluar rumah maupun kembali ke sekolah akibat tekanan sosial yang masif.
Tanggapan Pihak Sekolah: Fokus pada Mediasi
Pihak SMA Pertiwi 2 Padang mengonfirmasi bahwa insiden dalam foto tersebut memang terjadi di lingkungan sekolah saat kegiatan praktik berlangsung.
Namun, Sebelum kasus ini viral, sekolah sebenarnya telah mengupayakan langkah mediasi secara internal antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Pihak sekolah menyatakan siap kooperatif dengan aparat penegak hukum guna memberikan keterangan yang diperlukan dan memastikan bahwa proses pendidikan tetap berjalan kondusif bagi seluruh siswa.
Harapan untuk Informasi yang Berimbang
Menutup keterangannya, pihak keluarga memohon kepada media dan masyarakat untuk menyajikan informasi secara berimbang (cover both sides).
"Kami mohon masyarakat untuk tidak menghakimi secara sepihak.
Berikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja, dan tolong pertimbangkan masa depan serta kondisi psikologis anak-anak kami," tutup mereka.
#Red/LN01



Tidak ada komentar:
Posting Komentar