Aksi dimulai dengan mengepung Kantor BNI Padang Area di Jl. Dobi pada pukul 17.40 WIB. Massa yang terdiri dari gabungan PW SEMMI, BASMI, dan SAPMA PP tersebut disambut langsung oleh Pemimpin Cabang BNI Padang, Andreas.
Dalam pertemuan panas di depan kantor tersebut, massa menyampaikan poin-poin krusial:
Audit Forensik: Mendesak BNI melakukan audit independen terhadap seluruh portofolio kredit guna memastikan tidak ada pola korupsi serupa yang disembunyikan.
Transparansi Internal: Meminta kejelasan peran pejabat otoritas pembiayaan (Credit Approval) yang meloloskan agunan fiktif tersebut.
Respons Pimpinan: Kehadiran Andreas di tengah massa menunjukkan tekanan publik telah memaksa manajemen bank untuk bersikap kooperatif terhadap tuntutan transparansi yang disuarakan.
Estafet Perlawanan: Geruduk Kejari Padang
Tak berselang lama setelah menemui pimpinan BNI, massa melanjutkan aksi menuju Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang di Jl. Gajah Mada. Langkah ini diambil sebagai respons atas perkembangan hukum yang terjadi.
"Kami datang ke sini bukan untuk sekadar orasi, tapi menuntut keberanian Jaksa. Aset sudah disita, tapi mengapa tersangkanya masih bisa mangkir?" seru Fardian di depan gerbang Kejari Padang.
Analisis Status Hukum: Penyitaan vs Tersangka Mangkir
Berdasarkan data penyidikan terbaru, terdapat kontradiksi antara keberhasilan pengamanan aset dengan kehadiran tersangka.
Selain itu, masa mendesak agar Kejari melakukan Upaya Paksa (Jemput Paksa) terhadap tersangka yang mangkir sesuai Pasal 112 KUHAP.
Massa juga terus mendesak agar penyidikan diperluas kepada pihak eksternal, yaitu Notaris HF, yang diduga memiliki peran sentral dalam legalitas administrasi agunan fiktif tersebut.
Situasi Terkini
Hingga berita ini diturunkan, aksi massa di depan Kantor Kejari Padang masih berlangsung. Massa mengancam akan bertahan hingga mendapatkan kepastian bahwa Kejaksaan akan melakukan penahanan terhadap BSN dan menyeret seluruh oknum internal bank yang terlibat dalam pusaran korupsi ini.
Aparat keamanan tetap bersiaga di lokasi, sementara arus lalu lintas di sekitar Jl. Gajah Mada terpantau mengalami ketersendatan akibat massa yang masih bertahan di depan gerbang Kejaksaan.
#LN01




Tidak ada komentar:
Posting Komentar