Padang (LN)-- Bencana banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Barat berdampak serius terhadap dunia pendidikan. Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan Sumbar, tercatat 24 sekolah jenjang SMA/SMK/SLB mengalami kerusakan, baik pada bangunan maupun fasilitas pendukung.
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar melalui Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) Disdik Sumbar, Deni Irwan, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi dengan tingkat yang berbeda di setiap daerah. Selain kerusakan fisik, sejumlah sekolah tidak dapat diakses karena jalan menuju lokasi tertutup banjir dan material longsor.
“Ada bangunan sekolah yang rusak, ada juga yang sebenarnya aman. Tapi akses menuju sekolah terputus sehingga aktivitas belajar tidak bisa dilakukan,” kata Deni Irwan.
Sebaran Sekolah Terdampak Banjir
- Kab. Agam : 2 sekolah
- Kota Padang Panjang : 5 sekolah
- Kab. Padang Pariaman : 5 sekolah
- Kota Padang : 3 sekolah
- Kab. Solok : 3 sekolah
- Kab. Solok Selatan : 1 sekolah
- Kab. Lima Puluh Kota : 1 sekolah
- Kab. Pesisir Selatan : 3 sekolah
- Kab. Kepulauan Mentawai : 1 sekolah
Total sementara: 24 sekolah.
Kerugian Diperkirakan Capai Rp120 Miliar
Deni Irwan mengungkapkan bahwa total estimasi kerugian akibat kerusakan infrastruktur sekolah dan sarana pendukungnya mencapai sekitar Rp120 miliar. Nilai ini masih bersifat sementara, menunggu laporan lengkap dari tim verifikasi lapangan.
Kerugian mencakup: kerusakan ruang kelas, ruang laboratorium, perpustakaan, Peralatan praktik, area halaman dan pagar dan aset sarana pendukung lainnya
Disdik Sumbar & Kemendikdasmen RI Siapkan Skala Prioritas Rehabilitasi 2026
Untuk mempercepat pemulihan, Dinas Pendidikan Sumbar menetapkan bahwa seluruh sekolah terdampak banjir akan masuk dalam skala prioritas pembangunan dan rehabilitasi tahun 2026. Program ini akan dilaksanakan melalui kolaborasi langsung antara Disdik Sumbar dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
“Kami sudah memasukkan seluruh sekolah terdampak dalam prioritas rehabilitasi 2026. Disdik Sumbar berkolaborasi dengan Kemendikdasmen RI agar pemulihan lebih cepat dan pembiayaan lebih terstruktur,” jelas Deni.
Pemulihan Sementara dan Pemeriksaan Lapangan Berjalan
Saat ini, Disdik Sumbar bersama Pemprov, BPBD, dan pemerintah kabupaten/kota terus melakukan peninjauan dan pendataan ulang untuk memastikan langkah penanganan darurat, terutama di wilayah yang akses sekolahnya masih terputus.
#LN01



Tidak ada komentar:
Posting Komentar