Mengurai Bobrok Manajemen Proyek DPT Rp3 Miliar di Koto Tangah: Terancam Mangkrak, Disinyalir Bobot Deviasi Kritis - Laksus News | Portal Berita

Breaking

"SELAMAT HARI BHAKTI ADYAKSA KE-66, AKSELERASI KEJAKSAAN UNTUK INDONESIA MAJU"
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL"

Selasa, 29 September 2026

Mengurai Bobrok Manajemen Proyek DPT Rp3 Miliar di Koto Tangah: Terancam Mangkrak, Disinyalir Bobot Deviasi Kritis



​PADANG (LN) — Proyek pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) di Tebing Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, kini menjadi sorotan tajam. Hasil investigasi dan kalkulasi teknis independen mengungkap adanya jurang keterlambatan (deviasi) fisik yang sangat memprihatinkan pada proyek bernilai miliaran rupiah milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Padang tersebut.


​Pekerjaan yang didanai APBD Kota Padang bernilai Rp 3.055.220.701 dengan nomor kontrak 68/Kont-PSU/APBD/DPERKIM/2026 ini digarap oleh kontraktor pelaksana CV. Basaungea Bina Jaya dan diawasi oleh CV. Raisya MutiaraKatema Consultant. Mengacu pada papan informasi di lokasi, masa pelaksanaan ditetapkan selama 90 hari kalender terhitung sejak 04 Agustus 2026.

​

Kalkulasi Teknis: Progres Waktu 62% vs Fisik Baru 12,5%

​Berdasarkan evaluasi rekayasa konstruksi per akhir September 2026, kondisi manajerial proyek berada pada taraf Sangat Kritis. ​Rapor Waktu Pelaksanaan mulai pada ​Tanggal Kontrak: 04 Agustus 2026, ​Waktu Terpakai: 56 Hari Kalender (62,22% dari total durasi), ​Sisa Waktu Efektif: 34 Hari Kalender (37,78%).


Realisasi Volume vs Target Kontrak:​Mengacu pada Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) konstruksi DPT Pasangan Batu Kali/Gunung (1:4) di Sumatra Barat, anggaran Rp3,05 Miliar merepresentasikan target volume struktur DPT sebesar \approx 1.800 \text{ m}^3 - 2.350 \text{ m}^3 dengan estimasi bentang dinding sepanjang \pm 300 - 380 \text{ meter lari } (m^1).


Fakta Lapangan: Di lokasi proyek, kontraktor baru merealisasikan land clearing dan galian tanah dasar (trench excavation) sepanjang \pm 190 \text{ m} (volume galian \pm 850 \text{ m}^3).


​Deviasi Fisik Mematikan: diprediksi Capaian Fisik Lapangan: Baru mencapai \pm 12,5\% (terdiri dari pekerjaan persiapan dan galian).


Berdasarkan Target Plan (Kurva S Rencana Minggu ke-8): Seharusnya sudah berada di angka \pm 60,0\%. Terindikasi terjadi Deviasi negatif kritis sebesar -47,5\%.

.

​Analisis Peralatan & Ancaman Bencana Geoteknik

​Investigasi teknis di lokasi juga menyoroti penggunaan armada alat berat. Di area galian tebing, ditemukan unit Track Loader Caterpillar 977 (CAT 977).


​Secara spesifikasi teknis, CAT 977 merupakan crawler loader yang tangguh untuk pendorongan masif (dozing) dan perataan tanah (leveling). Namun, alat ini tidak presisi dan tidak efisien untuk penggalian parit fondasi DPT bertipe deep trench di lereng curam. Ketergantungan pada unit tua tanpa dukungan Excavator Backhoe hidrolik kelas 20 Ton secara masif disinyalir menjadi biang kerok lambatnya pembentukan tapak fondasi.


​Ancaman Kelongsoran (Slope Failure):

 Mengingat Kota Padang mulai memasuki siklus curah hujan tinggi, tanah tebing galian tersebut sangat rentan jenuh air, mengalami penurunan kuat geser (shear strength), dan memicu kelongsoran. Jika longsor terjadi, material akan menimbun kembali parit galian (re-work) dan semakin memperparah keterlambatan.


​Fungsi Pengawasan Dipertanyakan: Desakan SCM dan Audit

​Keterlambatan yang menembus angka -47,5\% ini menjadi preseden buruk bagi tata kelola proyek infrastruktur publik di Kota Padang. Peran CV. Raisya MutiaraKatema Consultant selaku Konsultan Pengawas dipertanyakan dalam fungsi kontrol dan early warning system kepada dinas.

​

Masyarakat dan pengamat kebijakan publik mendesak Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Padang untuk mengambil tindakan tegas dengan ​Segera Terbitkan SP-3 dan Lakukan SCM (Show Cause Meeting) Level 1–3 terhadap direksi CV. Basaungea Bina Jaya.


​Persiapan Sanksi Blacklist & Putus Kontrak jika dalam kurun 7 hari ke depan kontraktor tidak mampu menunjukkan progress deviasi recovery yang signifikan.

​

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak kontraktor pelaksana maupun Kepala Dinas DPRKP Kota Padang belum memberikan jawaban resmi terkait langkah darurat yang akan diambil untuk menyelamatkan uang rakyat sebesar Rp 3 Miliar tersebut. Tunggu berita selanjutnya. (TIM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Streaming Laksusnews"