PARAH ! Proyek Pasar Dharmasraya Senilai Belasan Miliar Diduga Jadi Ajang 'Bancakan': Besi Disunat, Jalan Beton Retak - Laksus News | Portal Berita

Breaking

"SELAMAT HARI BHAKTI ADYAKSA KE-66, AKSELERASI KEJAKSAAN UNTUK INDONESIA MAJU"
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL"

Senin, 03 Agustus 2026

PARAH ! Proyek Pasar Dharmasraya Senilai Belasan Miliar Diduga Jadi Ajang 'Bancakan': Besi Disunat, Jalan Beton Retak


​DHARMASRAYA (LN) — Proyek Pembangunan Pasar Dharmasraya Sumatera Barat di Nagari Sungai Rumbai mendadak jadi sorotan tajam. Pasalnya, hasil investigasi mendalam serta dokumen dari sumber terpercaya mengungkap dugaan penyimpangan fisik dan indikasi kerugian negara yang mencapai Rp3,68 Miliar pada proyek di bawah Balai Pelaksanaan Permukiman Wilayah (BPPW) / Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Sumatera Barat tersebut.


​Proyek megah bersumber dari anggaran negara (APBN Multiyears) dengan estimasi pagu anggaran mencapai ± Rp84,7 Miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Persada Gedung (APG) dengan pengawasan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Bentareka Cipta (BC) ini memicu keprihatinan publik. Proyek bernilai fantastis yang ditujukan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat tersebut disinyalir kuat dijadikan ajang "bancakan" melalui pengerjaan beton yang tidak sesuai spesifikasi teknis hingga dugaan penggelembungan volume (volume reduction).


Dua Modus Utama: Sunat Volume dan Material 'Banci'

​Berdasarkan data dan dokumen audit kepatuhan pengadaan barang/jasa yang dihimpun dari sumber terpercaya, total permasalahan sebesar Rp3.680.246.138,07 pada proyek Pembangunan Pasar Dharmasraya terbagi dalam dua klaster utama:

  1. Kekurangan Volume Pekerjaan (Rp1,76 Miliar) Terjadi indikasi "penyunatan" volume fisik yang cukup signifikan senilai Rp1.765.416.297,35 pada item vital bangunan, mencakup:
    • ​Pekerjaan Pembesian Struktur Bangunan
    • ​Pekerjaan Rangka Baja Bangunan
    • ​Pekerjaan Rangka Aluminum Composite Panel (ACP)
    • ​Pekerjaan Saluran Drainase
  2. Perkerasan Jalan Tak Sesuai Spek (Rp1,91 Miliar) Temuan tak kalah mencolok berada pada pengerjaan perkerasan badan jalan akses pasar senilai Rp1.914.829.840,72.
    • Besi Wiremesh Banci: Penggunaan besi Wiremesh M6 yang terpasang di lapangan hanya berdiameter 4,88 mm, jauh di bawah standar spesifikasi teknis dalam kontrak yakni 6 mm.
    • Mutu Beton Diragukan: Pengerjaan Beton Fc 25 MPa ditemukan dalam kondisi rusak—finishing jalan beton mengalami patah dan penurunan di beberapa titik.
    • Cacat Konstruksi: Terdapat celah/spasi menganga setinggi 10 hingga 17 cm antara tepi jalan beton dengan kansteen, serta tidak dibuatkannya saluran pembuangan air dari jalan ke drainase, yang berpotensi memicu genangan air dan mempercepat kehancuran struktur jalan.

Ancaman Keselamatan Publik dan Pengawasan Lemah

​Hasil investigasi ini mengindikasikan adanya celah pengawasan yang longgar dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun pihak Konsultan Manajemen Konstruksi PT Bentareka Cipta saat proyek bernilai puluhan miliar ini berlangsung. Penggunaan besi wiremesh yang tidak sesuai ukuran serta beton yang sudah retak dan anjlok sebelum waktunya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengancam keselamatan para pedagang dan pengunjung pasar di kemudian hari.


​Publik mendesak agar segera dilakukan pengujian kembali terkait keandalan struktur jalan serta perbaikan menyeluruh pada sistem pembuangan air oleh PT Adhi Persada Gedung selaku pelaksana agar tidak merusak bangunan pasar secara permanen.

​Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Prasarana Strategis Sumbara, manajemen PT Adhi Persada Gedung, serta PT Bentareka Cipta guna mempertanyakan hal tersebut. Tunggu berita selanjutnya.

(Tim Redaksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Streaming Laksusnews"