Sinergi Niniak Mamak dan Bundo Kanduang: Dinas Kebudayaan Sumbar Gelar Bimtek Adat untuk Samakan Persepsi - Laksus News | Portal Berita

Breaking

"DENGAN SEMANGAT HARI BURUH SEDUNIA, KITA MAKMURKAN SWASEMBADA PANGAN BURUH NASIONAL"
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL"

Kamis, 09 April 2026

Sinergi Niniak Mamak dan Bundo Kanduang: Dinas Kebudayaan Sumbar Gelar Bimtek Adat untuk Samakan Persepsi




PADANG (LN) – Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat bertajuk "Warih Bajawek Pusako Batolong, Titian Jan Sampai Lapuak". Kegiatan yang berlangsung pada 9-11 April 2026 di Kota Padang ini menyasar tokoh-tokoh kunci pelestari adat dari wilayah Solok Raya.


Penyamaan Persepsi demi Peran Nyata

​Program strategis ini terlaksana berkat dukungan pokok-pokok pikiran (Pokir) dari H. Nurfirman Wansyah, Apt, MM., anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS yang duduk di Komisi V.


​Dalam penyampaiannya, Nurfirman Wansyah menekankan bahwa tantangan adat ke depan semakin besar, terutama dengan adanya pergantian generasi pemimpin adat di nagari.


​"Kita melihat posisi Niniak Mamak dan Bundo Kanduang di tengah masyarakat terus silih berganti karena faktor usia dan regenerasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyamakan persepsi terkait adat Minangkabau ini. Jangan sampai ada pemahaman yang bergeser atau berbeda-beda antar pemangku kepentingan," ujar tokoh yang akrab disapa Pak Anca kepada media ini, Kamis (9/4) di Padang.


​Ia berharap melalui Bimtek ini, para pemangku adat memiliki landasan yang sama dalam mengambil kebijakan di nagari. "Harapannya, setelah persepsi ini selaras, peran mereka benar-benar dapat dirasakan langsung oleh anak kemenakan dalam menjaga tatanan sosial," tambahnya.


Menjaga Warisan Agar Tak Lekang oleh Zaman

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar melalui Kabid Sejarah Adat dan Nilai-Nilai Tradisional, Zardi, menjelaskan bahwa tema yang diangkat merupakan refleksi dari tanggung jawab kolektif.


​"Filosofi Warih Bajawek Pusako Batolong menuntut kita memastikan proses pewarisan nilai adat berjalan benar, sehingga 'titian' atau aturan adat yang ada tidak lapuk meski zaman terus berganti," jelas Zardi.


Partisipasi Solok Raya

​Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari: ​Pemangku Adat (Niniak Mamak) dan Bundo Kanduang.


​Seluruh peserta berasal dari tiga wilayah di Solok Raya, yakni Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kabupaten Solok Selatan. Selama tiga hari, peserta akan mendalami materi mengenai hukum adat, kepemimpinan sesuai nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), serta penguatan peran perempuan dalam rumah nan gadang.


#LN01

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Streaming Laksusnews"