PADANG (LN) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melakukan langkah besar dalam memperkuat ketahanan pangan dan kualitas hidup masyarakat.
Melalui program "Peningkatan Produksi Ikan Lele" Tahun Anggaran 2026, Pemprov Sumbar menyinergikan potensi budidaya lokal dengan agenda nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Proyek bernilai strategis sebesar Rp1.849.215.000,- ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan desain besar (grand design) untuk menjadikan Sumatera Barat sebagai lumbung protein mandiri yang tangguh dan sehat.
Investasi Nyata untuk Generasi Emas
DKP Sumbar telah mengalokasikan anggaran secara presisi untuk memastikan keberlanjutan siklus produksi dari hulu ke hilir.
Fokus utamanya adalah penyediaan sarana produksi berkualitas tinggi yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota sasaran diantaranya Kota Padang, Pariaman, Padang Panjang, Kab. Dharmasraya, Sijunjung, Pasaman Barat, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Agam, dan Padang Pariaman.
DKP Sumbar tidak sedang melakukan "tebar benih lalu tinggal pergi". Program ini merupakan komitmen dan tanggung jawab. DKP Sumbar menyalurkan bantuan bibit lele sebayak 616.010 ekor, sekaligus memberikan pakan 73.060 kg kepada Pokdakan.
Dengan demikian, DKP Sumbar secara mandiri telah menyiapkan solusi atas kebutuhan protein hewani lokal yang seringkali mengalami fluktuasi harga. Ini mencerminkan sebuah ekosistem budidaya yang terukur secara nyata.
Membangun "Sabuk Protein" di 10 Wilayah
Dengan sebaran distribusi di 10 wilayah tersebut, Pemprov Sumbar sedang membangun jaringan penyuplai lokal yang kuat.
Targetnya jelas: hasil panen dari kolam-kolam rakyat ini akan langsung terserap oleh dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah setempat.
Setiap butir pakan yang ditebar dan setiap ekor benih yang disalurkan adalah investasi masa depan.
Jika diasumsikan tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) mencapai 85%, maka potensi produksi total mencapai 52 hingga 65 ton lele sekali siklus, yang mampu menyokong hingga 1,2 juta porsi makan bergizi bagi anak-anak sekolah di Sumatera Barat.
Kualitas Standar CPIB menjadi Komitmen
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Dr. Ir. Syefdinon, S.Sos., M.M, menegaskan bahwa aspek keamanan pangan (food safety) adalah prioritas mutlak dalam mendukung program nasional ini.
"Program Peningkatan Produksi Ikan Lele tahun 2026 ini adalah komitmen nyata kami untuk menjawab tantangan ketersediaan gizi bagi masyarakat. Kita tidak hanya bicara soal angka 600 ribu benih, tapi soal kualitas.
Seluruh benih yang disalurkan wajib memiliki sertifikat CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) guna menjamin keamanan pangan, terutama untuk menyuplai kebutuhan protein bagi anak-anak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)."
"Kami ingin memastikan setiap rupiah dari 1,8 miliar ini benar-benar berdampak pada ekonomi rakyat. Dengan pendampingan teknis dan pakan yang cukup, kita harapkan pembudidaya kita naik kelas menjadi penyuplai pangan berkualitas di daerah masing-masing," tegas Dr. Ir. Syefdinon.
Pemberdayaan dan Transparansi Anggaran
Pelaksanaan program ini dikawal ketat oleh tim manajerial yang kompeten, di bawah arahan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Resi Suriati, S.Pi., M.Si dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Hasnil Haris, S.Pi., M.Si.
Selain bantuan fisik senilai Rp1.776.680.000, dialokasikan juga anggaran sebesar Rp72.535.000,- khusus untuk peningkatan kapasitas SDM dilakukan pelatihan sebanyak 3 (tiga) angkatan.
Melalui pelatihan ini, para pembudidaya dibekali teknologi budidaya intensif dan manajemen air agar hasil panen melimpah dengan biaya operasional yang terkontrol.
Harapan Baru Ekonomi Rakyat
Melalui sinergi antara DKP Sumbar, kelompok pembudidaya (Pokdakan), dan ekosistem program Makan Bergizi Gratis, Sumatera Barat siap melangkah pasti menuju swasembada protein hewani.
Proyek ini membuktikan bahwa dari kolam-kolam rakyat di pedesaan, lahir kekuatan besar untuk menjaga gizi generasi bangsa. (*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar