SUMBAR (LN) – Bencana longsor hebat melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok pada Senin malam (21/9), memicu respons cepat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, langsung mengambil langkah tanggap darurat dengan berkoordinasi intensif bersama Wakil Bupati Solok, Chandra, demi memastikan seluruh kekuatan daerah dikerahkan tanpa tunda.
Longsor Ganda dan Medan yang Ekstrem
Berdasarkan laporan di lapangan, bencana ini bukan longsor biasa, melainkan longsor beruntun yang terjadi sebanyak dua kali dalam waktu singkat. Dampaknya masif, menghantam pemukiman warga hingga merusak kantor instansi pemerintahan. Situasi kian genting setelah dilaporkan adanya dua unit kendaraan—sebuah mobil boks dan satu minibus—yang terjebak di bawah material longsor.
"Untuk korban jiwa masih dalam penelusuran. Saat ini Tim SAR dan pihak terkait terus menyisir lokasi," ungkap Wakil Bupati Solok, Chandra, menggambarkan situasi darurat tersebut.
Upaya penyelamatan tidak berjalan mudah. Tim di lapangan harus berkejaran dengan waktu di tengah medan yang sangat berat: hujan yang masih terus mengguyur, jaringan internet yang terputus, serta kegelapan total akibat padamnya aliran listrik.
Komitmen Vasko: Alat Berat dan Jaringan Portabel Meluncur
Mendengar laporan kendala tersebut, Wagub Vasko Ruseimy tidak tinggal diam. Ia segera menginstruksikan jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi serta Kalaksa BPBD Sumbar untuk mengirimkan bantuan alat berat berkapasitas besar, termasuk ekskavator long arm untuk membuka dua akses jalan utama yang lumpuh total akibat tertimbun material tanah.
Tak hanya fisik, aspek komunikasi pun langsung diintervensi. "Alat yang dibutuhkan segera kita koordinasikan untuk diturunkan. Termasuk kebutuhan listrik dan jaringan komunikasi portabel, kita upayakan agar penanganan di lapangan tidak terkendala," tegas Vasko lewat sambungan telepon darurat.
Ia juga mengimbau agar keselamatan petugas di lapangan tidak diabaikan saat beroperasi di cuaca ekstrem.
Evakuasi dan Solidaritas Tanpa Batas
Merespons ancaman longsor susulan, langkah antisipatif berupa evakuasi warga terus digencarkan. Menariknya, rumah dinas Wakil Bupati Solok kini telah dialihfungsikan menjadi posko pengungsian sementara bagi warga terdampak. Langkah cepat dan penuh empati ini mendapat apresiasi langsung dari Vasko Ruseimy.
"Prioritas kita adalah keselamatan masyarakat. Pencarian dan penyelamatan korban harus menjadi perhatian utama, sembari akses jalan terus kita upayakan untuk dibuka," tegas Vasko dari Padang pada Selasa dini hari (22/9/2026).
Hingga saat ini, kolaborasi erat antara Pemprov Sumbar, Pemkab Solok, Tim SAR, BMKG, dan berbagai unsur relawan terus bersiaga penuh di lokasi guna mengembalikan urat nadi transportasi dan memastikan keselamatan warga tetap terjaga. (Red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar