Kursi Panas Sekda Padang Mengerucut: Menanti Hak Prerogatif Wali Kota di Balik Hasil Pansel - Laksus News | Portal Berita

Breaking

"DENGAN SEMANGAT HARI BURUH SEDUNIA, KITA MAKMURKAN SWASEMBADA PANGAN BURUH NASIONAL"
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL"

Selasa, 14 April 2026

Kursi Panas Sekda Padang Mengerucut: Menanti Hak Prerogatif Wali Kota di Balik Hasil Pansel



PADANG (LN) – Teka-teki siapa yang akan menduduki kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang memasuki babak akhir. Panitia Seleksi (Pansel) melalui Pengumuman Nomor: 820.038/PANSEL-PDG/2026 resmi merilis tiga nama terbaik hasil akumulasi seluruh tahapan seleksi. 


Mereka adalah Chandra Eka Putra (Kasat Pol PP), Raju Minropa (Kaban BPKAD/Pj Sekda), dan Yopi Krislova (Kadisdikbud).


​Lolosnya ketiga nama ini mengonfirmasi prediksi banyak pihak, sekaligus memunculkan kejutan besar dengan tersingkirnya beberapa figur senior dan kandidat dengan aset kekayaan tertinggi di babak sebelumnya.


Dominasi Alumni STPDN dan Poros Hukum

​Daftar tiga besar ini memperlihatkan pertarungan antara dua alumni sekolah kedinasan (STPDN) dan satu pakar hukum administrasi. Raju Minropa dan Chandra Eka Putra merupakan representasi korps pamong praja yang memiliki akar kuat di birokrasi internal. 


Sementara Yopi Krislova hadir sebagai penyeimbang dengan kekuatan di bidang regulasi dan hukum—aspek yang sangat krusial untuk menjaga keamanan kebijakan Wali Kota ke depan.


Kejutan Chandra Eka Putra: Darah Muda di Pusaran Elit

​Salah satu poin paling menarik adalah munculnya nama Chandra Eka Putra. Dengan NIP 1988, ia merupakan kandidat termuda dalam sejarah bursa Sekda Padang. Keberhasilannya menembus tiga besar membuktikan bahwa Pansel memberikan ruang bagi akselerasi generasi muda birokrasi. 


Namun, pertanyaannya: Apakah Wali Kota berani mengambil risiko memilih sosok muda untuk mengoordinasikan para kepala dinas yang jauh lebih senior?

Raju Minropa dan Bayang-bayang 'Petahana'

​Di sisi lain, Raju Minropa tetap menjadi kandidat yang paling banyak dibicarakan. Statusnya sebagai Pj Sekda aktif memberinya keunggulan dalam hal continuity (keberlanjutan). 


Jika Wali Kota menginginkan stabilitas dan tidak ingin repot dengan masa adaptasi baru, Raju adalah pilihan paling pragmatis. Namun, jika terpilih, ia memikul beban berat untuk membuktikan bahwa kemenangannya murni berbasis kinerja, bukan sekadar kedekatan posisi.


Langkah Terakhir: MCU dan Hak Prerogatif

​Ketiga kandidat kini diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan (MCU) di rumah sakit pemerintah paling lambat hingga hari ini, Senin (13/04). Setelah itu, bola panas sepenuhnya berada di tangan Wali Kota Padang.


​Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), Wali Kota memiliki hak prerogatif untuk memilih satu dari tiga nama tersebut setelah berkonsultasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Gubernur Sumatera Barat.


​"Pansel sudah menjalankan tugasnya secara administratif. Sekarang tinggal keberanian pimpinan daerah untuk memilih: ingin Sekda yang 'nyaman' diajak bekerja sama, atau Sekda yang berani melakukan terobosan radikal untuk membenahi masalah menahun di Padang seperti sampah dan banjir


Bagi publik, Siapapun yang terpilih, publik menagih janji transparansi dan efisiensi birokrasi. 


#Tim 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Streaming Laksusnews"