SOLOK (LN) – RSUD Mohammad Natsir membuktikan bahwa transparansi anggaran dan integritas pelayanan dapat berjalan beriringan. Di tengah capaian sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan realisasi keuangan tertinggi di Sumatera Barat (22,52%), manajemen rumah sakit menegaskan bahwa integritas pegawai adalah mesin utama di balik kesuksesan tersebut.
Integritas dalam Pengelolaan Anggaran
Capaian serapan anggaran sebesar Rp 38,74 Miliar dari total pagu Rp 172,02 Miliar per Maret 2026 bukan sekadar angka administratif. Keberhasilan ini mencerminkan tata kelola yang bersih dan terencana. Dengan deviasi keuangan yang sangat rendah, RSUD Mohammad Natsir menunjukkan akurasi perencanaan yang tinggi, meminimalisir celah inefisiensi dalam penggunaan dana publik.
Budaya Kerja: Menghargai Integritas, Memacu Prestasi
Salah satu langkah konkret RSUD dalam menjaga marwah institusi adalah melalui apresiasi rutin bagi SDM yang berintegritas.
Pada periode Februari 2026, RSUD Mohammad Natsir memberikan penghargaan Employee of the Month secara luas kepada para garda terdepan dari berbagai disiplin ilmu:
- Sektor Medis: dr. Ali Mudiarnis, Sp.PD, K-Ger, yang menunjukkan keteladanan dalam pengabdian klinis.
- Sektor Keperawatan & Spesialis: Ns. Rahmi, S.Kep, Sp.KMB dan Ns. Dea Oktami, S.Kep, yang konsisten menjaga standar keselamatan pasien di ruang perawatan.
- Sektor Penunjang Medis: Aulika Noer Alya, A.Md.OT (Okupasi Terapi) dan Intan Mayang Sari, A.Md.Kep, yang memberikan pelayanan teknis dengan keramahan dan ketelitian tinggi.
- Sektor Administrasi & Teknologi: Indra, A.Md.Kom, yang memastikan digitalisasi sistem informasi rumah sakit berjalan lancar guna mendukung efisiensi pelayanan.
Penghargaan ini merupakan pesan kuat dari manajemen bahwa setiap peran, sekecil apa pun, memiliki kontribusi krusial terhadap visi rumah sakit yang berorientasi pada pasien
Penghargaan ini tidak hanya diberikan berdasarkan kompetensi medis, tetapi juga atas aspek dedikasi dan integritas dalam menjalankan tugas. Manajemen meyakini bahwa integritas dokter dan staf adalah jaminan bagi pasien untuk mendapatkan pelayanan yang jujur dan profesional.
Pelayanan Berbasis Keselamatan (Patient Safety)
Aspek pelayanan menjadi muara dari seluruh kebijakan. Pada rapat evaluasi yang digelar Selasa (10/03), fokus utama bukan lagi soal anggaran, melainkan Keselamatan Pasien.
- Monitoring Insiden: Melakukan bedah kasus untuk mencegah terjadinya kesalahan medis.
- Indikator Mutu: Menetapkan standar pelayanan yang lebih tajam guna merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan akurat.
Pelayanan Adalah Ibadah dan Kewajiban
Direktur RSUD Mohammad Natsir, dr. Elvi Fitraneti, Sp.PD, FINASIM, dalam arahannya menekankan bahwa integritas adalah harga mati dalam pelayanan kesehatan.
"Kami selalu menekankan kepada seluruh staf bahwa rumah sakit adalah tempat pengabdian. Anggaran yang kita kelola adalah amanah rakyat. Oleh karena itu, integritas dalam bekerja adalah kewajiban, bukan pilihan," tegas dr. Elvi.
"Penghargaan yang kami berikan adalah pesan kepada seluruh pegawai bahwa kerja keras yang dibalut dengan kejujuran akan selalu mendapatkan tempat terhormat. Fokus kami ke depan adalah memastikan setiap pasien yang datang merasakan pelayanan yang tidak hanya cepat secara prosedur, tapi juga tulus dan aman secara medis."
Standar Baru Pelayanan Publik
Kombinasi antara serapan anggaran yang transparan, budaya kerja yang apresiatif, dan evaluasi mutu yang ketat memposisikan RSUD Mohammad Natsir sebagai role model pelayanan publik di Sumatera Barat. Integritas kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan budaya kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
#LN01



Tidak ada komentar:
Posting Komentar