POM TNI Kodam XX/TIB Tabuh Genderang Operasi Gaktib 2026: Bersihkan TNI dari Pelanggaran Hukum - Laksus News | Portal Berita

Breaking

"DENGAN SEMANGAT HARI BURUH SEDUNIA, KITA MAKMURKAN SWASEMBADA PANGAN BURUH NASIONAL"
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL"

Jumat, 13 Februari 2026

POM TNI Kodam XX/TIB Tabuh Genderang Operasi Gaktib 2026: Bersihkan TNI dari Pelanggaran Hukum



PADANG (LN) – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menegakkan supremasi hukum dan disiplin internal kembali dipertegas melalui pembukaan Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer TA 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia ini dipusatkan di Lapangan RTH Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (13/02/2026).


Tonton video, klik disini 


Pangdam XX/TIB, Mayor Jenderal TNI Arief Gajah Mada, SE, MM, yang diwakili oleh Kasdam XX/TIB, Brigjen TNI Heri Prakoso P. Wibowo, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam prosesi tersebut, Kasdam melakukan pengecekan pasukan yang terdiri dari personel Polisi Militer (PM) dengan seragam lengkap dan baret biru khas penegak disiplin militer.


Esensi Operasi: Edukasi dan Pencegahan

Pelaksanaan operasi tahun ini mengusung tema "TNI PRIMA, Taat Hukum Berdaulat, Indonesia Maju." Dalam amanat tertulis Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dibacakan saat upacara, ditekankan bahwa operasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, dan profesionalisme baik bagi prajurit maupun PNS TNI.


Panglima menegaskan beberapa poin krusial dalam amanatnya:

  • Pendekatan Edukatif: Esensi operasi tahun ini adalah proses lanjutan dari upaya pencegahan sekaligus penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI.
  • Pengembangan Profesionalisme: Pelaksanaan operasi harus terus dikembangkan guna meningkatkan profesionalisme petugas maupun subjek hukum.
  • Tren Positif: Berdasarkan laporan tahun 2025, terjadi penurunan angka pelanggaran hukum. Operasi Gaktib turun 5,62% (dari 456 menjadi 432 pelanggaran), sementara Operasi Yustisi turun signifikan sebesar 40,64% (dari 925 menjadi 549 perkara).


Sasaran dan Sinergitas Lintas Instansi

Danpomdam XX/TIB, Kolonel Cpm Laksono Puji Lisdyanto, S.H., menjelaskan bahwa sasaran utama operasi ini mencakup seluruh prajurit TNI dari matra Darat, Laut, maupun Udara. Melalui operasi ini, TNI berharap dapat mewujudkan personel yang tegas dan berwibawa dalam melaksanakan tugas pokoknya.


Kekuatan pasukan yang terlibat dalam upacara di Lapangan Imam Bonjol menunjukkan sinergitas yang kuat, terdiri dari:

  • Kompi Gabungan Polisi Militer: Meliputi Pomad (AD), Pomal (AL), dan Pomau (AU).
  • Satuan Tempur & Khusus: Personel dari Marinir, Kopasgat, serta satuan TNI lainnya.


Adaptasi Terhadap Tantangan Modern

Selain penegakan disiplin fisik, Panglima TNI dalam amanatnya juga menyoroti tantangan teknologi. Polisi Militer ditekankan untuk meningkatkan kemampuan dalam pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak citra institusi. Modernisasi peralatan teknologi informasi harus dioptimalkan untuk memastikan penanganan perkara dilakukan secara transparan dan profesional.


Sebagai penutup, Panglima TNI memberikan penekanan agar seluruh prajurit Polisi Militer bekerja dengan niat ibadah, loyal, dan tulus, serta selalu menjaga sinergitas dengan aparat penegak hukum lainnya untuk menghindari gesekan di lapangan.


#LN01

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Streaming Laksusnews"