Catatan Redaksi Selama 2025 : Kebebasan Pers masih Rapuh - Laksus News | Portal Berita

Breaking

"DENGAN SEMANGAT HARI BURUH SEDUNIA, KITA MAKMURKAN SWASEMBADA PANGAN BURUH NASIONAL"
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL"

Sabtu, 27 Desember 2025

Catatan Redaksi Selama 2025 : Kebebasan Pers masih Rapuh




Tahun 2025 menjadi tahun yang berat sekaligus menentukan bagi Media Laksus news. Di usia pengabdian 13 tahun, redaksi tidak hanya diuji oleh dinamika jurnalistik, tetapi juga oleh kerasnya realitas tata kelola pemerintahan, penegakan hukum, dan krisis keberpihakan terhadap kepentingan publik.


Sepanjang 2025, Laksus news mencatat pola yang terus berulang: masalah lama muncul kembali dengan wajah baru, sementara akar persoalan dibiarkan tak tersentuh. Dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa, persoalan perizinan tambang dan galian C, lemahnya pengawasan proyek infrastruktur, serta minimnya transparansi anggaran publik menjadi tema dominan yang terus kami soroti.


Redaksi menilai, kritik publik kerap dianggap gangguan, bukan peringatan. Klarifikasi pejabat sering kali normatif, defensif, bahkan cenderung menghindar dari substansi. Budaya lepas tangan dan saling lempar tanggung jawab masih menjadi wajah pelayanan publik sepanjang tahun ini.


Bencana banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat mempertegas kegagalan perencanaan dan pengawasan. Alih fungsi lahan, pembiaran aktivitas tambang, dan buruknya tata kelola lingkungan tidak pernah benar-benar dievaluasi secara serius. Setiap bencana diakhiri dengan janji, tetapi tidak diikuti koreksi kebijakan yang nyata. Korban berganti, kerusakan bertambah, dan siklus terus berulang.


Dalam kondisi tersebut, Laksus news memilih untuk tidak aman dan tidak nyaman. Sepanjang 2025, redaksi konsisten menghadirkan liputan kritis dan investigatif, meski berhadapan dengan tekanan, pembatasan akses informasi, hingga sikap antipati dari sebagian pihak yang merasa terusik kepentingannya. Kami mencatat dengan jujur: kebebasan pers masih rapuh dan mudah dilukai.


Namun Laksus news menolak berhenti pada kritik semata. Dengan motto “Berbakti melalui berita, berarti melalui aksi nyata”, redaksi memaknai jurnalisme sebagai kerja moral


Di tengah kesulitan ekonomi masyarakat dan situasi darurat bencana, Laksusnews hadir menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu serta bantuan kemanusiaan bagi korban banjir. Sikap ini adalah penegasan bahwa media tidak boleh hanya pandai menunjuk masalah, tetapi juga harus ikut memikul tanggung jawab sosial.


Tahun 2025 juga menjadi pengingat bahwa pers yang kritis akan selalu menghadapi risiko. Intimidasi, upaya pembungkaman, dan stigma terhadap media yang vokal masih nyata. Meski demikian, Laksus news memilih bertahan pada prinsip: lebih baik kehilangan kenyamanan daripada kehilangan integritas.


Menutup catatan tahun 2025, redaksi menegaskan sikap: Laksus news tidak berdiri untuk menyenangkan kekuasaan, tidak bekerja untuk membenarkan kegagalan, dan tidak menulis atas dasar pesanan. Legitimasi kami hanya satu: kepercayaan publik.


Memasuki tahun berikutnya, Laksus news akan tetap berada di jalur yang sama -mengawasi, mengkritik, mengungkap, dan hadir bersama masyarakat.


#REDAKSI



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Streaming Laksusnews"