Padang (LN)---Dugaan rekayasa dan kebohongan pada proyek Pembangunan RKB SMPN 4 Padang tercium.
Karena, Proyek senilai Rp1.436.989.400, dikerjakan CV. PERINTIS UTAMA MANDIRI (PUM), terindikasi belum mengantongi SPMK dari Disdik Padang.
Sedangkan pelaksanaan pekerjaan telah dimulai seminggu yang lalu (14 juli 2025).
Terindikasi, pelaksanaan pekerjaan tersebut cacat administrasi karena tanpa adanya request kepada konsultan pengawasan CV. Zagilva.
Hal itu terungkap ketika media ini mengunjungi proyek pembangunan RKB SMP 4 Padang, Kemarin (21/7).
Di lokasi proyek, media menjumpai konsultan pengawas CV. Zagilva, Ari serta pelaksana lapangan CV. PERINTIS UTAMA MANDIRI (PUM), Yudha.
Menurut keterangan Yudha, plang proyek belum dipasang karena masih menunggu adanya SPMK dari Disdik Padang, dan berkemungkinan SPMK akan didapatkan pada hari ini, ucapnya yang dibenarkan oleh Ari konsultan pengawas CV. Zagilva.
Ditambahkan Ari, "Pada saat ini tengah dilakukan pekerjaan pembersihan dan pembongkaran, sedangkan item pekerjaan tersebut tidak ada di dalam dokumen RAB".
Semestinya, pelaksanaan pekerjaan baru bisa dimulai ketika kondisi lapangan telah siap dan bersih dari sisa pembongkaran bangunan lama, sehingga berkemungkinan akan adanya addendum, tuturnya.
Dari penjelasan yang disampaikan itu, terasa ada kejanggalan. Mungkinkah pelaksanaan pekerjaan bisa dimulai, tanpa ada mengantongi SPMK dari Disdik Padang ?
Dan apakah benar, item pekerjaan pembersihan dan pembongkaran tidak tercantum dalam RAB Pembangunan RKB SMP 4 Padang ?
Dari pernyataan yang disampaikan itu terungkap adanya kebohongan.
Karena, pada dokumen RAB jelas adanya item pekerjaan persiapan dan pembongkaran.
Seperti terlihat, Pekerjaan Persiapan terdiri dari : Pek. Penyelenggaraan SMK3 (1 keg), Pembersihan Lapangan dan Pembongkaran Sisa Bangunan Lama (220 m²), Pas. Bouwplank (1 Ls) dan Mobilisasi dan demobilisasi alat bor (1 Ls).
Sementara itu, Kepala Disdik dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Selasa (22/7) mengatakan.
"SPMK pembangunan RKB SMP 4 Padang sudah ada", jawabannya singkat.
Namun Kadisdik dan Kebudayaan Padang belum memberikan jawabannya, kapan tanggal SPMK itu diterbitkan, sampai berita ini ditayangkan.
KONDISI LAPANGAN
Dari tinjauan media di lokasi proyek pembangunan RKB SMP 4 Padang ditemukan beberapa hal lainnya.
Seperti penyelenggaraan K3 yang belum maksimal. Pekerja tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) helm, rompi dan lainnya.
Selain itu, rambu peringatan serta plang proyek belum terpasang sehingga masyarakat tidak mengetahui informasi terkait proyek tersebut.
Hal lainnya, ternyata dukungan peralatan kerja yang dimiliki CV. PERINTIS UTAMA MANDIRI (PUM) masih belum memadai.
Semestinya untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan itu, CV. PERINTIS UTAMA MANDIRI (PUM) menyediakan genset, supaya pelaksanaan pekerjaan proyek tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Bahkan, di dalam dokumen spesifikasi dan peralatan telah disebutkan untuk menyediakan satu unit genset dengan kapasitas 6KVA.
Kenyataannya, listrik di proyek itu masih menumpang di SMP 4 Padang.
Hingga berita ini ditayangkan media ini masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, serta mengumpulkan data data dan informasi lainnya.
Tunggu berita selanjutnya
#Tim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar