Padang Panjang (LAKSUS) : Dai milenial mestinya memiliki wawasan yang cukup dan memahami peta dakwah diera sekarang karena dunia dakwah selalu menghadapi tantangan baru yang kompleks dan sistematis. Hal itu dikatakan Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat Fadly Amran, saat menghadiri seminar dan Daurah Da’i yang digelar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Pada Panjang, di Hotel Rangkayo Basa Silaiang Bawah, Sabtu.

Fadly menyebutkan, pada dasarnya, Islam mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi umat Islam itu sendiri. Untuk itu perlunya da’i yang mampu memiliki peta dakwah terkait dengan problematika, sosial, ekonomi, politik dan budaya.

"Dengan demikian proses dakwah islamiyah mampu menjadi proses perubahan sosial melalui komunikasi,” kata dia.

Fadly, mengapresiasi kegiatan seminar yang juga dihadiri Ketua Umum DDII Pusat, Dr. KH. Adian Husaini, Perwakilan DDII Provinsi Sumbar, Ir. Afdal, Ketua DDII Padang Panjang, Zul Azmi, Lc, S.Pd.I, M.A.

Pemko Padang Panjang memiliki komitmen menjadikan iman dan takwa sebagai landasan untuk mewujudkan Padang Panjang Bermarwah dan Bermartabat.

“Atas nama Pemko, kami menyambut baik atas terselenggaranya acara ini. Kami juga siap men-support apapun kegiatan dari DDII. Selain momentum silaturahmi antarpendakwah, kegiatan ini juga untuk meng-upgrade pengetahuan da’i di era milenial. Agar menjadi lebih profesional dan lebih berwawasan mengenai peta gerakan dakwah, tantangan dan strategi dakwah yang harus dilakukan pada masa kini,” jelasnya.

Hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Plt. Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan Kantor Kemenag, MUI, Badan Penyantun Yarsi, Direktu dan tokoh masyarakat.

M.E