PADANG (LN) — Proyek infrastruktur strategis daerah Pembangunan Jembatan Kampung Tanjung (Paket 3) di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, yang berada di bawah pengawasan langsung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, terus menunjukkan progres positif di tengah tantangan teknis lapangan. Berdasarkan data dan konfirmasi langsung di lokasi, realisasi fisik pekerjaan saat ini telah melampaui target rencana.
Realisasi Fisik Ungguli Jadwal Rencana
Kontraktor pelaksana lapangan dari PT. Kamala Unida, Refendi—yang akrab disapa Aciak—menyatakan bahwa realisasi bobot fisik pekerjaan saat ini berada dalam posisi surplus (plus). Berdasarkan laporan periode 19 hingga 25 Oktober 2026, realisasi fisik tercatat di angka 15 persen, sedikit di atas target rencana schedule sebesar 14,59 persen.
"Alhamdulillah realisasi fisik saat ini berada di angka 15 persen, sedikit di atas rencana schedule 14,59 persen untuk periode 19 sampai 25 Oktober 2026," ujar Refendi saat memberikan keterangan.
Fase Pengecoran Struktur Bawah dan Lonjakan Bobot Material
Saat ini, kegiatan di lapangan tengah memfokuskan pada tahapan krusial pengecoran struktur bawah, termasuk pengecoran struktur abutment/HBT (fondasi jembatan) dengan mutu beton rencana f'c = 30\text{ MPa} serta penulangan menggunakan baja berkualitas tinggi BJTS 420. Di samping itu, pengadaan komponen struktur atas juga menunjukkan progres signifikan.
Rangka baja jembatan dilaporkan telah dipesan dan dijadwalkan akan tiba di lokasi proyek pada pekan depan. Dengan masuknya material rangka baja tersebut, pihak kontraktor optimis perolehan bobot kumulatif akan mengalami lonjakan drastis.
"Minggu depan rangka baja jembatan sudah dijadwalkan sampai di lokasi. Dengan demikian, estimasi penambahan bobot diperkirakan bisa langsung melonjak hingga 40 persen," tambahnya.
Kajian Teknis dan Sisa Waktu Pelaksanaan
Proyek Pembangunan Jembatan Kampung Tanjung (Paket 3) ini menelan anggaran sebesar Rp 8.826.169.373,- yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran 2026.
Proyek dengan tipe jembatan girder komposit sepanjang 30 meter dan lebar total 9 meter ini dikerjakan dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung sejak tanggal kontrak 27 Juli 2026. Pelaksanaan teknis di lapangan turut didampingi oleh konsultan pengawas PT. Artha Graha Cipta KSO / PT. Aqsa Mandiri Konsultan.
Pola kemajuan ini mencerminkan karakteristik konstruksi jembatan (back-loaded schedule), di mana fase awal struktur bawah menyerap durasi yang panjang.
Namun, dengan proyeksi kedatangan rangka baja pekan depan yang akan mendongkrak bobot fisik hingga kisaran 55%, posisi proyek dinilai berada dalam jalur yang aman dan terkendali.
Kendati demikian, Dinas PUPR Kota Padang bersama konsultan pengawas tetap diimbau untuk memperketat quality control—khususnya manajemen pengeringan galian (dewatering), pencegahan keropos beton (honeycomb), serta pengamanan utilitas pipa eksisting di sekitar lokasi—guna memastikan percepatan bobot berjalan beriringan dengan standar teknis yang ketat hingga tuntas di penghujung tahun 2026. (LN01)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar