PADANG (LN) – PT Bank Nagari (PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat) kembali menunjukkan performa keuangan yang impresif di awal tahun 2026. Berdasarkan Laporan Posisi Keuangan per 31 Januari 2026 (unaudited), bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 43,77 miliar.
Pencapaian ini sekaligus menjadi pemantik semangat dalam menyambut hari jadi Bank Nagari ke-64 yang jatuh pada tanggal 12 Maret 2026.
Kinerja positif ini didorong oleh kuatnya fungsi intermediasi bank sebagai pilar penggerak ekonomi daerah. Hingga periode pelaporan, total aset Bank Nagari tercatat mencapai Rp 33,36 triliun. Portofolio aset tersebut didominasi oleh penyaluran kredit konvensional sebesar Rp 20,53 triliun dan pembiayaan syariah sebesar Rp 4,65 triliun, yang mencerminkan peran strategis bank dalam melayani segmen produktif maupun konsumtif di Sumatera Barat.
Fondasi Kepercayaan dan Likuiditas
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menekankan bahwa pertumbuhan ini adalah buah dari kepercayaan mendalam masyarakat terhadap integritas dan layanan Bank Nagari selama lebih dari enam dekade. "Posisi likuiditas kami sangat sehat, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 93,8%. Angka ini merupakan bukti nyata bahwa nasabah mempercayakan pengelolaan dana mereka kepada kami, yang kemudian kami salurkan kembali untuk membiayai kebutuhan masyarakat," ungkap Gusti.
Kepercayaan nasabah tersebut terefleksi melalui himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 26,9 triliun, yang terdiri dari giro, tabungan, dan deposito. Struktur pendanaan yang solid ini menjadi modal utama bagi Bank Nagari untuk terus berekspansi di tengah tantangan ekonomi tahun 2026.
Momentum HUT ke-64: "Ramadan Berkah"
Peringatan hari jadi ke-64 tahun ini menjadi momentum yang sangat istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 H. Untuk memeriahkan hari ulang tahun sekaligus berbagi berkah, Bank Nagari menggulirkan program promo "Ramadan Berkah & HUT ke-64" yang ditujukan khusus bagi ASN, PPPK, pegawai, dan pensiunan.
Dengan menyiapkan alokasi dana promosi sebesar Rp 1 miliar, manajemen menerapkan strategi sweetener yang agresif, mencakup:
- Cashback Tunai: Bentuk apresiasi langsung bagi nasabah yang mengajukan kredit/pembiayaan selama periode promo.
- Program Member Get Member (MGM): Inisiatif berbasis komunitas di mana nasabah eksisting mendapatkan referral fee saat berhasil merekomendasikan layanan bank kepada relasi.
Komitmen Manajemen Risiko dan Efisiensi Digital
Di balik strategi ekspansi kredit, Bank Nagari tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian (prudence). Hal ini dibuktikan dengan rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar 2,24% dari total kredit, yang berfungsi sebagai bantalan keamanan untuk memitigasi risiko kredit di masa depan.
Lebih jauh, dalam rangka mencapai efisiensi operasional yang lebih optimal (menekan rasio BOPO), bank kini semakin gencar mengedepankan digitalisasi. Melalui aplikasi Ollin by Nagari dan layanan N_Form di situs resmi, nasabah kini dapat menikmati akses layanan perbankan yang lebih cepat, transparan, dan efisien tanpa harus selalu datang ke kantor cabang.
"Di usia ke-64 ini, kami berkomitmen untuk terus berbenah dan tumbuh bersama masyarakat Sumatera Barat. Melalui transformasi digital dan program promo yang tepat sasaran, kami optimis Bank Nagari dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2026," tutup Gusti. (*)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar