JAKARTA (LN) — Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penyegaran pimpinan di sejumlah wilayah hukum, termasuk rotasi besar-besaran untuk posisi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah DKI Jakarta. Rotasi ini dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna.
"Benar," ujar Anang saat dikonfirmasi insan pers, Jumat (25/9/2026).
Dalam perombakan ini, posisi Kajari Jakarta Pusat kini resmi diisi oleh Oktafian Syah Effendi yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Intelijen di Kejati Riau. Ia menggantikan Antonius Despinola yang ditarik ke Kejagung untuk mengemban amanat sebagai Kasubdit Eksekusi dan Eksaminasi pada Direktorat E Jampidum.
Sementara itu, kursi Kajari Jakarta Selatan kini dipercayakan kepada Armen Wijaya, mantan Kasubdit Tindak Pidana Korupsi dan TPPU Jampidsus Kejagung. Pejabat lama, Marcelo Bellah, bergeser menjadi Kabid Manajemen Pengelolaan Aset di Badan Pemulihan Aset Kejagung.
Perubahan juga menyasar Kejari Jakarta Utara. Roy Riady, yang sebelumnya menjabat Asisten Pemulihan Aset Kejati Lampung, ditunjuk menggantikan Syahrul Juaksha Subuki. Syahrul sendiri mendapat promosi tugas baru sebagai Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jawa Barat.
Selain posisi pimpinan di wilayah Jakarta, pergeseran ini turut menyentuh belasan jabatan strategis dan kepemimpinan di tingkat daerah.
Daftar Lengkap Rotasi 16 Pejabat Kejaksaan:
1. La Kanna: Dari Kepala Subdirektorat Eksekusi dan Eksaminasi pada Direktorat E Jampidum Kejagung menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Palopo.
2. Antonius Despinola: Dari Kajari Jakarta Pusat menjadi Kepala Subdirektorat Eksekusi dan Eksaminasi pada Direktorat E Jampidum Kejagung.
3. Oktafian Syah Effendi: Dari Asisten Intelijen Kejati Riau menjadi Kajari Jakarta Pusat.
4. Fitriansyah Akbar: Dari Kajari Banjarnegara menjadi Asisten Intelijen Kejati Riau.
5. Sulasman: Dari Kajari Sambas menjadi Kajari Banjarnegara.
6. Efrivel: Dari Kajari Maluku Barat Daya menjadi Kajari Sambas.
7. Yafeth Ruben Bonai: Dari Koordinator Kejati Gorontalo menjadi Kajari Maluku Barat Daya.
8. Fithrah: Dari Kepala Bidang Manajemen Pengelolaan Aset pada Pusat Manajemen, Penelusuran, dan Perampasan Aset Badan Pemulihan Aset Kejagung menjadi Kajari Bukittinggi.
9. Marcelo Bellah: Dari Kajari Jakarta Selatan menjadi Kepala Bidang Manajemen Pengelolaan Aset pada Pusat Manajemen, Penelusuran, dan Perampasan Aset Badan Pemulihan Aset Kejagung.
10. Armen Wijaya: Dari Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi dan TPPU pada Direktorat Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi dan Eksaminasi Jampidsus Kejagung menjadi Kajari Jakarta Selatan.
11. Agus Setiadi: Dari Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jawa Barat menjadi Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi dan TPPU pada Direktorat Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi dan Eksaminasi Jampidsus Kejagung.
12. Syahrul Juaksha Subuki: Dari Kajari Jakarta Utara menjadi Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jawa Barat.
13. Roy Riady: Dari Asisten Pemulihan Aset Kejati Lampung menjadi Kajari Jakarta Utara.
14. Rudhy Parhusip: Dari Kajari Ogan Komering Ulu menjadi Asisten Pemulihan Aset Kejati Lampung.
15. Kristanto Trinoviandri: Dari Kajari Kepulauan Morotai menjadi Kajari Ogan Komering Ulu.
16. Safri Abdul Muin: Dari Kepala Bagian Tata Usaha Kejati Maluku Utara menjadi Kajari Kepulauan Morotai. (Red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar