PADANG (LN) – Pemerintah Kota Padang menunjukkan kinerja penyerapan anggaran yang sangat positif pada tahun anggaran 2025. Berdasarkan data terbaru dari Dashboard Pembangunan Kota Padang, realisasi belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mencapai 93% atau sebesar Rp2.817.595.377.037 dari total pagu Rp3.037.706.279.299.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen Pemkot Padang dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan layanan publik melalui tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan dan akuntabel.
Transformasi Digital melalui E-Purchasing
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kota Padang, Malvi Hendri, S.T., M.Si., mengungkapkan bahwa efisiensi proses pengadaan tahun ini sangat didorong oleh pemanfaatan teknologi digital.
"Alhamdulillah, realisasi kita sudah menyentuh 93%. Salah satu pendorong utamanya adalah penggunaan E-Purchasing yang sangat masif dengan nilai Rp224,1 miliar. Dari jumlah tersebut, 6.668 paket telah selesai diproses," ujar Malvi dalam keterangannya, Selasa (06/01).
Selain E-Purchasing, sektor bantuan sosial melalui dana Hibah juga mencatatkan hasil sempurna dengan penyelesaian 17 paket senilai Rp62,4 miliar atau terserap 100%.
Efisiensi pada Paket Tender
Menanggapi adanya data 12 paket tender senilai Rp6,03 miliar yang berstatus batal atau belum diproses, Malvi Hendri menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan pekerjaan yg batal dilaksanakan oleh OPD karena adanya kebijakan pusat diawal tahun 2025 karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dan merupakan langkah strategis pemerintah untuk menghemat uang negara.
"Pembatalan 12 paket tender tersebut bukan karena kendala administratif semata, melainkan hasil dari evaluasi teknis untuk efisiensi anggaran. Setelah ditinjau kembali, sasaran program tersebut ternyata dapat dioptimalkan melalui paket lain atau dilakukan penghematan tanpa mengurangi kualitas dan fungsi pembangunan," tegasnya.
Menurut Malvi, sisa anggaran sekitar 7% yang belum terserap sebagian besar merupakan termasuk hasil dari penghematan kontrak dan efisiensi paket tender/Non tender proses pemilihan tersebut.
"Langkah ini membuktikan bahwa kita tidak hanya fokus pada penyerapan besar, tetapi juga ketepatan sasaran. Dana hasil efisiensi ini akan menjadi silpa yang dapat digunakan kembali untuk program rakyat yang lebih mendesak di masa mendatang," tambahnya.
Optimisme Penuntasan Program
UKPBJ terus melakukan pendampingan kepada seluruh OPD agar berjalan efektif dan efisien sesuau ketentuan dan tentu saja tepat waktu.
"Kami optimis seluruh program prioritas tetap berjalan on track sesuai dengan Program Unggulan Padang Rancak. Fokus kami tetap pada prinsip pengadaan yang kredibel, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kota Padang," tutup Malvi.
#LN01



Tidak ada komentar:
Posting Komentar