Janji Palsu di Balik Baliho Presiden Prabowo, Proyek Pembangunan GOR H. Agus Salim Dinilai HOAX - Laksus News | Portal Berita

Breaking

"DENGAN SEMANGAT HARI BURUH SEDUNIA, KITA MAKMURKAN SWASEMBADA PANGAN BURUH NASIONAL"
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL"

Rabu, 14 Januari 2026

Janji Palsu di Balik Baliho Presiden Prabowo, Proyek Pembangunan GOR H. Agus Salim Dinilai HOAX



PADANG (LN) – Sebuah spanduk besar berdiri tegak di kawasan Kompleks Olahraga Haji Agus Salim (GHAS), menampilkan wajah Presiden Prabowo Subianto dengan narasi yang meyakinkan: "Insya Allah Stadion GOR H. Agus Salim Padang Akan Direnovasi Pada Bulan Desember 2025."

Namun, memasuki pertengahan Januari 2026, kemegahan narasi di spanduk tersebut berbanding terbalik dengan realitas di lapangan. Tidak ada deru mesin alat berat, tidak ada pekerja bangunan, apalagi aroma semen. Yang tersisa hanyalah stadion yang kian menua dan dugaan kuat adanya praktik pembohongan publik.


​Drama Relokasi yang Menggantung

​Ketidakjelasan proyek ini kian ironis mengingat langkah administratif yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi.

Diketahui, beberapa waktu lalu Dispora Sumbar telah mengundang para pedagang dan pengurus cabang olahraga (cabor) yang beraktivitas di kawasan stadion untuk membahas rencana relokasi.

Langkah ini sempat menimbulkan keresahan sekaligus harapan bagi para penghuni kawasan GOR. Namun, pasca pertemuan tersebut, nasib mereka dibiarkan menggantung tanpa kepastian. Alih-alih mendapatkan jadwal pemindahan yang jelas untuk memulai pembangunan, para pedagang dan atlet justru disuguhi ketidakpastian.


​Teka-Teki Anggaran Rp200 Miliar

​Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa terdapat rencana alokasi anggaran fantastis sebesar Rp200 miliar yang bersumber dari APBN untuk memoles stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini.


​Jika benar anggaran tersebut telah dialokasikan namun pengerjaan belum dimulai tanpa penjelasan resmi, maka muncul beberapa spekulasi kritis:


Manipulasi Informasi: Mengapa spanduk dipasang dengan penentuan bulan yang spesifik (Desember 2025) jika secara teknis persiapan belum rampung?


Kegaduhan Ekonomi & Prestasi: Mengapa Dispora sudah melakukan sosialisasi relokasi yang mengancam mata pencaharian pedagang dan stabilitas latihan atlet jika eksekusi pembangunan masih nihil?


Pencatutan Nama Presiden: Pemasangan identitas Presiden dalam spanduk yang berisi janji meleset merupakan bentuk pencatutan nama baik kepala negara demi legitimasi informasi yang tidak akurat.

Kekecewaan Publik: "Hanya Jualan Spanduk"

​Masyarakat mulai menyuarakan kekecewaannya. Stadion yang seharusnya menjadi pusat prestasi kini justru menjadi monumen janji yang tak ditepati.


"Kami sudah dipanggil untuk rencana relokasi, artinya kami sudah siap-siap pindah. Tapi sampai sekarang Januari 2026, satu paku pun belum tertanam. Jika hanya untuk pajangan, jangan bawa-bawa nama Presiden dan membuat kami resah dengan urusan pindah-pindah," ujar salah satu pelaku ekonomi di kawasan tersebut kepada media ini Rabu (14/1).


​Pemasangan spanduk tanpa realisasi fisik, ditambah dengan langkah sosialisasi relokasi yang prematur, adalah bentuk manajemen harapan yang buruk, atau lebih parah: sebuah pembohongan publik. Publik Padang menuntut transparansi dari Dispora Sumbar terkait keberadaan dana Rp200 miliar tersebut.


Apakah benar anggaran untuk pembangunan GOR H Agus Salim telah dialokasikan ?


​Jangan sampai GOR H. Agus Salim tidak hanya menjadi korban kerusakan fisik karena usia, tetapi juga menjadi korban "kerusakan moral" akibat janji-janji kosong yang dipampang secara vulgar di ruang publik.


#TIM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Streaming Laksusnews"