Lewat Lensa Kamera, Mahasiswa KKN UNAND Kenalkan UMKM Jorong Tunggua Banio Nagari Nan Limo Kec. Palupuah Kab. Agam, Sumatera Barat ke Dunia - Laksus News | Portal Berita

Breaking

"DENGAN SEMANGAT HARI BURUH SEDUNIA, KITA MAKMURKAN SWASEMBADA PANGAN BURUH NASIONAL"
SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL"

Senin, 11 Agustus 2025

Lewat Lensa Kamera, Mahasiswa KKN UNAND Kenalkan UMKM Jorong Tunggua Banio Nagari Nan Limo Kec. Palupuah Kab. Agam, Sumatera Barat ke Dunia



Survey UMKM Pengrajin Kayu di Jorong Tunggua Banio 


Pertumbuhan ekonomi desa di Sumatera Barat semakin didorong melalui keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan potensi lokal. Di Jorong, UMKM hadir bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi simbol kreativitas dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi keterbatasan sumber daya. 


Dalam rangka mendukung pengembangan UMKM, tim mahasiswa bersama aparat jorong melaksanakan survey UMKM untuk memetakan potensi usaha lokal, memahami tantangan yang dihadapi, dan memberikan dukungan yang diperlukan. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Jorong Tunggua Banio, yang menyimpan kisah inspiratif tentang seorang pengrajin kayu yang berhasil mengubah limbah menjadi sumber penghidupan.


Melalui rangkaian survey tersebut, perhatian tim tertuju pada UMKM Putri Tunggal yang dikelola oleh Bapak Firdaus (45). Selama 16 tahun, ia menekuni usaha pengolahan kayu limbah dari ladang warga menjadi produk bernilai jual, seperti rak hias, kursi kecil, dan peralatan rumah tangga. 


“Saya ingin memanfaatkan kayu yang tidak terpakai agar bisa mendatangkan penghasilan, daripada dibuang begitu saja,” ungkapnya saat ditemui di bengkel kerjanya yang sederhana. 


Harga produknya dimulai dari Rp100.000, dan bisa dipesan sesuai permintaan pelanggan. Setiap produk dikerjakan dengan teliti, mencerminkan pengalaman panjang dan dedikasi sang pengrajin.


Pemasaran produk dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan media sosial, seperti WhatsApp grup dan Instagram pribadi, serta mendapat dukungan promosi dari BUMNag setempat. Bahkan, pembuatan spanduk usaha juga difasilitasi oleh BUMNag untuk membantu meningkatkan visibilitas produk di pasar lokal. 


“Hampir semua keterampilan saya pelajari dari media sosial. Dari tutorial dan inspirasi desain di internet, saya mencoba sendiri sampai bisa,” jelas Bapak F. 


Meski produknya sudah mulai dikenal dan dipesan hingga luar provinsi, ia masih menyimpan keinginan untuk memperluas pemasaran melalui marketplace seperti Shopee. “Kalau bisa, saya ingin jual di Shopee juga, tapi untuk sekarang masih ikut kontrak dengan BUMNag,” tambahnya.


Pengambilan Video Proses Pembuatan Kerajinan Kayu


Sebagai bagian dari program kerja utama, tim KKN memproduksi video profil UMKM Putri Tunggal sebagai upaya mendukung promosi usaha secara digital. Tahap pra-produksi dimulai dengan perencanaan konsep, penyusunan naskah, dan pembuatan daftar pertanyaan wawancara. Proses pengambilan gambar dilakukan langsung di bengkel kerja Bapak F, merekam aktivitas mulai dari pemilahan kayu limbah, pengolahan, perakitan, hingga hasil akhir berupa mobil kayu yang menjadi produk unggulan. Selain itu, tim juga mendokumentasikan interaksi pengrajin dengan masyarakat dan pelanggan untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai usaha ini.


Setelah semua materi terkumpul, tahap pasca-produksi dilakukan dengan memilih cuplikan terbaik, melakukan penyesuaian warna, menambahkan teks informatif, serta menyisipkan musik latar agar pesan promosi lebih kuat. Video ini disusun agar mampu menampilkan perjalanan usaha, keunggulan produk, dan nilai-nilai yang diusung UMKM secara singkat, padat, dan menarik. “Kami berharap video ini dapat membantu UMKM lokal menjangkau pasar yang lebih luas, terutama melalui media sosial,” ujar A.L. (20) selaku editor video.


Produk mobil kayu buatan UMKM Putri Tunggal


Keberhasilan UMKM ini tidak lepas dari peran BUMNag dan dukungan pemerintah setempat. Ibu C (27), Kepala Jorong Tunggua Banio, mengatakan bahwa keberadaan UMKM menjadi kekuatan ekonomi baru bagi warga. “Kami bangga ada pengrajin seperti Bapak F di nagari ini. Pemerintah jorong siap mendukung agar produk lokal semakin dikenal luas, termasuk dengan bantuan promosi dan pembinaan,” ujarnya. Dukungan ini diharapkan bisa mendorong UMKM lokal lebih mandiri dan mampu bersaing di pasar digital yang semakin terbuka.


Masyarakat juga merasakan manfaat langsung dari hadirnya UMKM tersebut. Ibu S (38), warga setempat, menyampaikan bahwa produk kayu buatan Bapak F tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga lingkungan. “Usaha ini bagus sekali karena mengurangi limbah kayu di kampung kami dan menambah ekonomi warga. Barangnya juga kuat dan awet,” katanya. Sinergi antara pengrajin, BUMNag, dan pemerintah jorong menjadi pondasi penting agar usaha seperti ini bisa bertahan dalam jangka panjang.


Selain mendengar cerita dari pengrajin dan warga, kegiatan survey ini juga menjadi pengalaman berharga bagi peserta dan pelaksana program. M. (21), salah satu mahasiswa yang terlibat, mengatakan bahwa kunjungan langsung ke lapangan membuka wawasannya tentang dunia UMKM. “Saya jadi paham bahwa promosi lewat media sosial sangat berpengaruh. Kreativitas pengrajin seperti Pak F bisa jadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin berwirausaha,” ungkapnya.


Hal serupa dirasakan oleh K. (20), peserta lain yang ikut berdiskusi dengan pengrajin. Ia mengaku terinspirasi untuk mencoba usaha kecil-kecilan sendiri. “Melihat langsung prosesnya membuat saya sadar, usaha itu butuh ketekunan dan inovasi. Tidak cukup hanya punya ide, tapi harus konsisten,” ujarnya. Sementara itu, G.H. (20) sebagai anggota tim pelaksana menilai survey ini memberikan perspektif baru tentang potensi desa. “Kegiatan ini membuka mata kami bahwa ekonomi desa bisa tumbuh dari hal sederhana seperti pemanfaatan limbah,” katanya.


Hasil produk UMKM Putri Tunggal siap dipasarkan


Produk Putri Tunggal saat ini menjadi simbol ketekunan dan inovasi di Jorong Tunggua Banio. Dengan memanfaatkan kayu limbah, Bapak F berhasil menunjukkan bahwa sumber daya sederhana pun bisa diubah menjadi peluang ekonomi. Meski telah memasarkan produk hingga luar provinsi, ia tetap berkeinginan untuk memperluas jangkauan ke marketplace nasional, sehingga produknya bisa lebih dikenal di seluruh Indonesia. 


Dukungan dari BUMNag dan pemerintah jorong menjadi kunci agar UMKM ini mampu melangkah lebih jauh dan bertahan menghadapi tantangan persaingan pasar modern.


Kegiatan survey UMKM ini tidak sekadar mendokumentasikan aktivitas warga, tetapi juga menegaskan bahwa setiap kreativitas lokal adalah aset ekonomi desa. Dengan kolaborasi pengrajin, masyarakat, BUMNag, dan mahasiswa, diharapkan lahir lebih banyak pengusaha lokal yang tangguh dan inovatif. Jorong Tunggua Banio kini bukan hanya dikenal karena aktivitas pertaniannya, tetapi juga karena warganya yang mampu menghadirkan nilai ekonomi dari apa yang dulunya dianggap limbah.


Penulis : Alya Layla Yustira Mahasiswa KKN Unand Prodi Ilmu Komunikasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Streaming Laksusnews"